Inspiring Youth Leader Forum : Menjadi Pemimpin Berintegritas demi Menyonsong Indonesia Madani

Rumah Kepemimpinan kembali mengadakan latihan gabungan untuk beberapa regional. Latihan gabungan ini bernama Inspiring Youth Leader Forum yang biasa disingkat IYLF. IYLF terdiri dari IYLF barat dan timur, dimana IYLF timur berlokasi di Yogyakarta dan diadakan pada tanggal 26-27 November 2016, sedangkan IYLF barat berlokasi di Jakarta yang baru akan di adakan pada bulan Januari mendatang.
.
Rumah Kepemimpinan percaya bahwa pemimpin tidak dilahirkan secara tiba-tiba. Melainkan harus dibentuk dan bina untuk dapat menjada pemimpin yang berkualitas di masa mendatang. Rumah Kepemimpinan sendiri telah memliki tujuh regional yang tersebar di seluruh Indonesia. Regional-regional tersebut adalah Ksatria dan Tiara dari Universitas Indonesia, Prabu dari Universitas Padjajaran dan Institut Teknologi Bandung, Pandawa dari Institut Pertanian Bogor, Nakula dan Srikandi dari Universitas Gadjah Mada, Herboyo dari Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sebelas November, Panrita dari Makassar, serta Sultan dari Universitas Sumetaera Utara. Atas dasar tersebut, maka diadakanlah IYLF untuk beberapa regional. Pada IYLF timur dihadiri oleh tiga regional yaitu Panrita dari Makassar, Heroboyo dari Surabaya, serta Nakula dan Srikandi dari Yogyakarta. Kami dipertemukan untuk saling bertukar pikiran dan berkolaborasi dalam acara IYLF.
.
IYLF yang di adakan di Yogyakarta berlokasi di padukuhan Kiyaran, desa Wukirsari, kecamatan Cangkringan, kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi ini juga merupakan lokasi Leadership Project regional 3 Yogyakarta berlangsung. Leadership project merupakan sebuah kegiatan dari Rumah Kepemimpinan untuk menyalurkan jiwa kepemimpinan dari para peserta Rumah Kepemimpinan selama mejalani binaan di Rumah Kepemimpinan. Sekarang, Rumah Kepemimpinan telah memasuki angkatan delapan dimana leadership project kali ini bertemakan desa binaan untuk mewujudkan Indonesia yang bermartabat di masa mendatang.
.
Tema acara IYLF yaitu “Collaboration : Sinergisme Pemuda dan Proffesional Membangun Bangsa”. Kedepannya, diharapkan para peserta Rumah Kepemimpinan ketika telah memasuki dunia pasca kampus dan telah menjadi alumni Rumah Kepemimpinan dapat saling berkolaborasi pada lingkup sector masing-masing dan bersinergis untuk membangun bangsa. Namun, untuk membersiapkan hal tersebut, haruslah dibuat pemahaman sejak dini dan persiapan yang terencana. Untuk itulah IYLF hadir sebagai salah satu wadah dalam weujudkan hal tersebut.
.
Selama IYLF berlangsung, peserta diberikan materi seputar kepemimpinan, isu terbaru, bagaimana cara membangun masyarakat dari berbagai sektor, bagaimana cara membangun masyarakat dari desa dan masih banyak lagi. Dihadiri oleh para pembicara-pembicara yang ahli di bidangnya yang mampu menginspirasi peserta untuk dapat melangkah seperti mereka. Acara yang berlangsung selama dua hari satu malam ini dibagi ke dalam beberapa sesi. Pada sesi Dialog Kepemimpinan disampaikan oleh Edi Permana yang merupakan camat di kecamatan Cangkringan, serta Laksda TNI (purn) Husein Ibrahim, MBA yang juga merupaan dewan penyantun di Rumah Kepemimpinan.
.
Pada sesi Sharing Alumni Rumah Kepemimpinan disampaikan oleh Hanif Ari Handoko yang merupakan Wirausahawan Tambak Udang, Novvaliant F.T yang merupakan dosen di Universitas Islam Indonesia, serta Jauhari Chusbiantoro yang merupaan aktivis Yayasan Peduli Remaja Bantul. Pada sesi Powerfull Talkshow dibawakan oleh Ir.Andika Tri Putranto yang merupakan Executive Vice President (EVP) Daop IV Semarang dari PT KAI, Herry Zudianto, S.E, Akt., M.M yang merupakan walikota Yogyakarta periode 2001-2011, serta Sambudi S.T yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Sleman.
.
Sesi Pemuda Membangun Daerah disampaikan oleh Bakhtiar Rakhman yang merupakan seorang investor, penulis buku, adventourider sekaligus dewan penyantun di Rumah Kepemimpinan, Wahyudi Anggoro Hadi yang merupakan penggagas Kampoeng Dolanan yang telah menyabet penghargaan sebagai desa terbaik di Indonesia pada tahun 2014, serta Ir. Edi Wahyu yang merupakan Kepala Balai Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta.
.
Selain acara diskusi dan talkshow, terdapat juga acara presentasi Leadership Project oleh peserta Rumah Kepemimpinan dari berbagai regional, pagelaran seni, serta outbound. Selain dibentuk menjadi seorang pemimpin, pada kesempatan kali ini peserta Rumah Kepemimpinan diharapkan dapat lebih dekat dengan peserta dari regional lain agar lebih mudah untuk berkolaborasi kedepannya.
.
Selama acara berlangsung, banyak hal yang membuat pikiran saya menjadi lebih terbuka. Mengenai bagaimana dunia pasca kampus yang ternyata berbeda jauh dengan kehidupan selama perkuliahan yang begitu rigit dan diatur oleh jam kegiatan. Sedangkan dunia pasca kampus, kita bebas menentukan arah gerak kita sendiri. Kurangnya society control yang dapat menyeret kita pada berbagai arah kehidupan. Kita juga dibebaskan memilih kemana kita akan mengabdi untuk masyarakat dan negara kelak. Melalui tiga sektor yaitu sektor publik, private, dan sektor lainnya kita diharapkan mampu mewujudkan misi untuk membentuk Indonesia madani lewat jalur yang telah kita pilih. Kita dibebaskan menjadi apapun sesuai dengan bidang kita dan memilih jalan dakwah yang kita inginkan untuk menebar kebaikan bagi masyarakat.
.
Diskusi mengenai isu terbaru yang ada di Indonesia juga tak kalah menarik. Kita diajak untuk berpikir bagaiman masyarakat Indonesia dapat dipengaruhi oleh kekuatan media dan apa penyebab utama arah pergerakan di Indonesia. Hal ini dapat kita telisik dan pahami ketika kita akan menjadi pemimpin di masa depan mendatang. Karena ketika kita menjadi seorang pemimpin kita harus paham benar tentang problematika yang ada untuk dapat menerapkan solusi paling efektif pada permasalahan tersebut. Namun, kita juga harus dapat meninjaunya dari berbagai sudut pandang untuk mendapat kesimpulan paling akurat dan identifikasi masalah untuk mendapat pemecahan paling solutif. Sehingga kita tidak hanya dibutakan pada rutinitas kerja kita semata. Namun, juga ikut andil aktif dalam problematika yang ada.
.
Sesi Professional Bangun Negeri merupakan sebuah pencerahan dimana ketika para professional di bidangnya yang telah memasuki tatatanan masyarakat dapat bergerak dalam menentukan kebijakan. Menjadi para pemimpin negara bukan berarti kita dapat mengatur jalan masyarakat dengan kebijakan-kebijakan yang kita buat, melainkan kita dapat jauh lebih banyak memberikan kebijaka-kebijakan terbaik yang membantu berbagai kalangan dan menjadi salah satu jalan dakwah untuk berbagi kebaikan. Karena ketika kita memasuki sektor ini, kita dapat mengkritisi kinerja pemerintah dengan lebih efektif, membuat keputusan yang lebih adil dan tidak memihak, serta ikut serta dalam penentuan keputusan.
.
Hal menarik lainnya yakni pada sesi Pemuda Membangun Desa. Pikiran kita benar-benar di buka. Hati kita disadarkan kembali tentang pentingnya membangun masyarakat dari tingkat terkecil yakni dari desa. Bahwa ternyata kebanyakan penduduk Indonesia berasal dari desa dan masih banyak masyarakat desa yang perlu disadarkan untuk berubah. Ketika kita berbicara tentang kedaulatan rakyat, kemajuan Indonesia, atau bahkan menjabarkan apa tujuan Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945, sebenarnya sasaran terbesar yang kita tuju adalah masyarakat desa itu sendiri. Sehingga pembentukan karakter dan kesadaran masyarakat perlu dibuka dan diajak bekerjama secara strategis untuk andil dalam pembangunan Indonesia. Fakta-fakta mengejutkan kembali mencengangkan ketika money politik, pendidikan yang sangat minim, kesejahteraan penduduk, serta sikap masyarakat pada pemerintah dan kesadaran untuk ikut memajukan Indonesia merupakan permasalahan besar yang perlu dipecahkan. Bahkan untuk membentuk kesadaran masyarakat dalam memilih pemimpin yang jujur, berintegritas, dan mau mengubah masyarkat merupakan salah satu hal tersulit yang dilakukan. Mengingat masyarakat sudah tidak lagi menaruh kepercayaan pada politik dan pemerintah karena oknum pemerintahan yang hingga kini masih dianggap mengecewakan. Sehingga sangat diperlukan sosok-sosok yang mau kembali turun ke desa untuk memecahkan permasalahan-permasalahan tersebut. Karena kekayaan Indonesia juga berasal dari desa. Sehingga untuk mengolah kekayaan tersebut diperlukan kolaborasi dan kerjasama dengan masyarakat setempat untuk dapat secara maksimal dalam pengolahannya.
.
Hal terpenting dalam mempersiapkan diri menjadi masa depan selain belajar memahami problema, meningkatkan kapabilitas kepemimpinan, serta belajar memecahkan masalah adalah membentengi diri dan memumpuk kesabaran serta keikhlasan sebesar-besarnya. Karena proses berjuang tidaklah mudah. Ada kalanya justru bukan kepercayaan yang kita dapat, melainkan cercaan dan hinaan. Karena setiap kebaikan pasti selalu diiringi dengan rintangan besar di dalamnya. Sehingga mental baja dan jiwa ksatria benar-benar diperlukan. Seperti idealisme yang sering kita kumandangkan. Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kita sendiri. Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci. Bersih dari ambisi pribadi. Bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu. Kami tidak mengharapkan sesuautupun dari manusia. Tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih. Yang kami harap adalah terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah pencipta alam semesta.
0 comments