Membangun Konstruksi Berpikir

by - 10/01/2016 09:24:00 AM


Oleh Ustadz Musholli

" Kaf - Ha - Ya - `Ain - Shad " (ayat 1).
"Inilah peringatan rahmat Tuhanmu kepada hambaNya Zakariya." ( ayat 2 )
lnilah peringatan atau inilah kenang-kenangan terhadap rahmat yang pernah dianugerahkan Tuhan kepada hambaNya yang bernama Zakariya. Zakariya adalah nama dari salah seorang Nabi atau Rasul dari Bani lsrail.
“Seketika dia menyeru Tuhannya dengan seruan lemah-lembut." (ayat 3) .
Diterangkanlah dalam ayat 3 ini bahwa Zakariya telah menyeru Allah,Tuhannya, dengan seruan yang leman lembut , seruan yang tidak perlu kedengaran oleh orang lain . sasuai dengan adab sopan-santun seorang Hamba terhadap Tuhannya. apatah dia seorang Nabi. Sebagai tersebut dalam adab sopan santun berdoa, di dalam Surat al-A`raf ayat 55
"Serulah Tuhan kamu di dalam keadaan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut ; karena sesungguhnya Dia tidaklah suka kepada orang-orang yang melampaui batas."
Dapatlah kita fikirkan sendiri bagaimana seorang Rasul yang usianya telah tua, hendak mengemukakan suatu permohonan yang bagi orang lain mungkin dianggap lucu. Yaitu memohonkan keturunan yang akan menyambung tugas bila dia meninggal dunia . Lebih baiklah doa semacam ini disampaikan dengan berbisik saja . Memenuhi adab berdoa dan jangan sampai rnenjadi tertawaan orang lain.
Dia berkata: "Tuhanku ! Sesungguhnya telah lemah tulang belulangku dan telah nyala kepalaku oleh uban " (pangkal ayat 4).
Diakuinyalah dalam doanya bahwa dia benar benar telah tua. Alamat tua yang tidak dapat dielakkan lagi dari diri ialah bila tulang belulang telah mulai lemah. Sedang tulang adalah penguat seluruh tubuh jika tulang yang telah lemah , segala bahagian tubuh yang lain tidaklah dapat bertahan lagi Jengat tentulah mulai kendur. mata tentulah mulai kabur , dan gigi sebagai bahagian dari tulang tentulah berturut menjadi gugur .Dan kepalaku mulailah menyala lantaran uban .
Ungkapan ayat menyatakan bahwa kepala mulai menyala lantaran uban adalah suatu ungkapan yang tepat di dalam bahasa Arab dan dapat pula dijadikan ungkapan bahasa lndonesla.

Sebab seseorang yang seluruh kepalanya sudah lebih banyak ubannya daripada rambut hitam, benar benar lah dia laksana menyala karena kilatan uban itu . Dan Zakariya bermunajat selanjutnya:
"Dan tidaklah pernah aku, di dalam mendoa kepadaMu. ya Tuhanku, merasakan kecewa." (ujung ayat 4).
Artinya, bahwa di dalam pengalaman hidupku selama ini, sejak aku masih muda belia pun belumlah pernah Engkau, ya Tuhanku mengecewakan harapanku. Jaranglah do'a ku yang tidak makbul. Oleh sebab itu sekarang aku ulangi lagi permohonanku dan penuhlah kepercayaanku bahwa doa ini akan terkabul.
Hampir samalah doa Zakariya dengan kisah tiga orang yang terkurung di dalam sebuah gua, karena pintu gua dihantam petus sehingga tertutup dan mereka tidak dapat keluar. Lalu masing-masing mengemukakan permohonan kepada Tuhan agar segera dikeluarkan dari kurungan itu , dengan menyebut segala amalan baik yang pernah mereka kerjakan, sebagaimana tersebut di dalam hadits Nabi saw.
Setelah mengakui bahwa dia memang telah tua , sehingga jika melihat sebab-sebab yang lahir tidaklah rnungkin permohonan akan terkabul, maka dikemukakannya jugalah kekhawatiran yang menyenak dalam hatinya.
"Dan sesungguhnya aku khuatir akan keluarga-keluarga di belakangku." (pangkal ayat 5).
Oleh karena aku sudah tua, tulang sudah sangat lemah, uban sudah menyala di kepala, sedang keturunan yang akan rnenyambung tidak ada, timbullah khuatir atau rasa cemas dalarn hatiku jika aku meninggal dunia. Bagaimanalah nasib dari kaum keluarga terdapat yang selama ini mengharap­kan pimpinan dan bimbinganku. Siapa yang akan aku harapkan membimbing dan memimpin mereka. Beranak pun aku tidak bisa lagi. Karena selain aku telah tua begini;
":Sedang isteriku adalah mandul."
Orang perempuan yang mandul niscaya tidak diharapkan buat beranak. Maka kalau permohonanku supaya dianugerahi putera yang akan menyambung keturunanku sukar untuk dikabulkan;
"Sebab itu anugerahilah aku dari kurnia langsung dari Engkau , seorang pengganti." (ujung ayat 5).
Min ladunka : Aku rnemohonkan kurnia langsung dari Engkau. Karena yang lain tidaklah ada yang sanggup mengabulkan permohonanku. Dengan kalimat kurnia langsung dari Tuhan, harapan hati kecil Zakariya masih terungkap dalam doanya. Nampak bahwa do'a ini mengandung dua permohonan ;

(1) permohonan yang umum dan lahir,
(2) permohonan yang ter­sembunyi dan sangat diharap.
Kurnia untuk kepentingan umum itu ialah waliyyan, atau seorang pengganti atau penyambung tugas. seorang yang akan mengepalai keluarga jika beliau meninggal dunia. Moga-moga Tuhan dapat mengabulkan permohonan yang umum ini. Tetapi permohonan vang lebih tersembunyi lagi, kalau boleh pengganti tugas beliau atau pemimpin yang akan menggantikan tugas beliau itu dapatlah kiranya Tuhan memberinya anugerah putera .
Di dalam Surat al Anbiya' Surat 21 [lihat TafsirAl-Azhar Juzu' 17] , ayat 89 pernah dijelaskan oleh Tuhan permohonan Zakariya itu. Beliau memohon kepada Tuhan agar dia jangan diberikan Tuhan hidup sendirian di dunia ini.
Artinya hidup dengan tidak ada keturunan. Tetapi oleh karena dia seorang yang shalih dan tawakkal , di ujung permohonan itu dibayangkannya jua , meskipun Tuhan tetap menghendaki bahwa dia tidak akan beroleh keturunan buat selama-lamanya, sehingga tidak ada waris yang akan menerima pening­galannya, namun Allah adalah pewaris yang lebih baik dari segala pewaris.
Dan di dalam ayat 38 dari Surat 3, ali lmran dijelaskan lagi permohonan Zakariya itu. Dia memang memohon kepada Allah agar diberinya keturunan yang baik.
Tetapi caranya meminta itu tetaplah sebagai tersurat dalam Surat Maryam ini, yaitu dengan rendah hati, suara lemah-lembut, menekur dengan sikap merendahkan diri . Dan terkandunglah dalam permohonan itu, kalau kerinduannya akan keturunan tak dapat diberi , namun seorang waliyyan, seorang pimpinan keluarga yang akan, menyambung hendaklah diberikan jua. Siapa­nya kata Tuhan, terserahlah!
Karena Tuhan adalah Maha Bijaksana, disebutkannya pula cita-cita yang terkandung dalam hati sanubarinya tentang kepentingan wali atau pemimpin atau pengganti itu pada ayat selanjut­nya:
"Yang akan mewarisiku dari mewarisi keluarga Ya`kub." (pangkal ayat 6).
Yang akan mewarisi atau akan mempusakai dirinya sendiri sebagai Nabi Zakariya, dan mewarisi pula apa yang dipusakakan oleh Nabi Ya'kub, nenek­ moyang mereka dengan seluruh keluarga keturunan nya yang banyak Nabi­ nabi itu. Teranglah di sini bahwa yang beliau rnaksud bukanlah warisan harta benda.
Pertama ; karena warisan harta benda itu tidaklah kekal. Dia akan habis dibawa masa. Berapa banyaknya kekayaan yang diwariskan nenek-moyang atau sekalipun punah dan licin tandas pada anak dan pada cucu. Dan belum tentu hartabenda yang diwariskan itu akan membawa bahagia. Maka tidaklah mungkin pewarisan yang dikehendaki Zakariya itu ialah hartabenda.
Yang kedua: sejalan dengan apa yang pernah disabdakan oleh Nabi kita Muhammad s.a.w. dalam sebuah Hadits yang shahih:
نحن معاشرالأنبياء لا نو رث ، ماتركناه صدقة
"Kami sekalian Nabi-nabi tidaklah menurunkan waris , apa yang kami tinggalkan adalah menjadi shadaqah. "
Inilah sabda Rasulullah saw.. sehingga seketika Fatimah puteri beliau menuntut agar hartabenda beliau dibagi setelah beliau wafat kepada waris ­warisnya, tidaklah dikabulkan oleh Khalifah beliau Saiyidina Abu Bakar.
Dalam Surat 27, an-Naml (semut) ayat 16 ada pula disebutkan bahwa Nabi Sulaiman menerima warisan daripada ayahnya Nabi Daud.Tetapi dalam ayat itu juga terberita bahwa yang diwariskan itu ialah ilmu dan hikmat, keahlian memerintah dan mengatur negara ltulah yang diminta oleh Zakariya kepada Allah. Mohon kiranya diberi dia kurnia pewaris tugas yang mulia ini, yang akan menyambuung kerjanya memimpin manusia, yaitu warisan turun-temurun yang telah diterima dari Ya'kub nenek-moyang Bani Israil. Nama kecil Ya`kub itu sendiri ialah israil. Jangan putus hendaknya sampai selama-lamanya. Dan kalau boleh, alangkah bahagia­nya kalau pewaris pertama itu ialah puteranya sendiri. Alangkah bahagianya jika Tuhan memberinya fatwa, walaupun dia insaf bahwa dirinya telah tua dan isterinya mandul.
Pewarisan menegakkan Keesaan Tuhan di atas dunia ini janganlah kiranya terputus. Dan Rasulullah s.a.w. telah menjelaskan bahwa pewarisan itu sekali ­kali tidak akan putus. Nabi s.a.w. bersabda:
العلماء ورثة الأننبياء ، والأنبياء لا يورّ ث دينارا ولا درهما وانّماورّثوا العلم
Sengguhnya Ulama ( Orang-orang yang berilmu ) adalah penerima waris daripada Nabi-nabi. Dan Nabi-nabi itu tidaklah mewariskan dinar dan dirham. yang mereka wariskan ialah ilrnu pengetahuan. " (Riwayat Abu Daud)
Seterusnya ujung ayat sebagai permohonan Zakariya: 
"Dan jadikanlah dia – Tuhanku – seorang yang diridhai." (ujung ayat 6 ).
Seorang yang diridhai ialah yang dicintai, disukai terutama oleh Tuhan karena shalihnya dan disukai juga oleh manusia karena akhlak budi sopan ­santunnya. Tiba-tiba datanglah Malaikat Jibril sebagai utusan dari Allah menyampaikan sambutan Tuhan atas permohonannya itu.
Dikutip dari http://kongaji.tripod.com/myfile/Surat_maryam-ayat-1-11.htm
            Kajian diawali dengan pembacaan surat Maryam ayat 1-6. Dimana tafsirnya telah dijabarkan di atas. Ustadz Musholli menjelaskan bahwa anak biologis merupakan anak yang memiliki hubungan darah dengan orang tua. Sedangkan anak ideologis adalah anak yang tidak memiliki hubungan darah tetapi memiliki kesamaan visi hidup dan mampu meneruskan ideologi orang tua.
            Seperti halnya Zakariya yang memiliki keturunan anak-anak biologis serta ideologis yang mampu mengubah peradaban, di Rumah Kepemimpinan banyak sekali donatur serta orang-orang luar biasa yang mendidik peserta Rumah Kepemimpinan sebagai anak ideologis mereka untuk mencapai tujuan bersama.
Dididik menjadi seorang pemimpin yang selalu mengedepankan kepentingan umat membuat kita harus senantiasa bertabayyun dan selalu mengingat Allah dalam segala tingkah laku kita. Kita harus selalu mengedepankan ideologi demi kepentingan banyak orang.
Sektor yang nantinya akan kita geluti sebagai seorang pemimpin ada tiga. Yaitu sektor publik, privat, dan sektor lainnya. Usahakan dalam setiap sektor yang nantinya akan kita masuki kita selalu membawa Allah di setiap visi misi kita. Kita senantiasa berjuang untuk membuat perubahan-perubahan dan mensejahterakan umat. Ketika tidak ada orang baik dan memiliki jiwa pemimpin yang ikhlas di setiap gerak langkah, lalu siapa yang akan mengubah negara kita kalau bukan kita sendiri?
Setiap permasalahan agama, maka akan berujung perang, padahal hakikat agama adalah rahmatan lil alamin. Sebagai contoh, puasa untuk meningkatkan ketaqwaan, shalat sebagai sarana olahraga untuk lebih sehat dan menjaga diri dari perbuatan keji dan mungkar. Poin pentingnya, agama itu harus diimplementasikan.
Ustadz menyarankan agar dalam setiap sektor, etika tetap diutamakan, agama selalu disertakan. Ber-Islam lah dengan Islamnya Muhammad, Jangan Ber-Islam tapi kehilangan Muhammad.


You May Also Like

0 comments