Membangun Konstruksi Berpikir
Oleh Ustadz
Musholli
" Kaf - Ha
- Ya - `Ain - Shad " (ayat 1).
"Inilah
peringatan rahmat Tuhanmu kepada hambaNya Zakariya." ( ayat 2 )
lnilah
peringatan atau inilah kenang-kenangan terhadap rahmat yang pernah
dianugerahkan Tuhan kepada hambaNya yang bernama Zakariya. Zakariya adalah nama
dari salah seorang Nabi atau Rasul dari Bani lsrail.
“Seketika dia
menyeru Tuhannya dengan seruan lemah-lembut." (ayat 3) .
Diterangkanlah
dalam ayat 3 ini bahwa Zakariya telah menyeru Allah,Tuhannya, dengan seruan
yang leman lembut , seruan yang tidak perlu kedengaran oleh orang lain . sasuai
dengan adab sopan-santun seorang Hamba terhadap Tuhannya. apatah dia seorang
Nabi. Sebagai tersebut dalam adab sopan santun berdoa, di dalam Surat al-A`raf
ayat 55
"Serulah
Tuhan kamu di dalam keadaan merendahkan diri dan dengan suara yang lembut ;
karena sesungguhnya Dia tidaklah suka kepada orang-orang yang melampaui
batas."
Dapatlah
kita fikirkan sendiri bagaimana seorang Rasul yang usianya telah tua, hendak
mengemukakan suatu permohonan yang bagi orang lain mungkin dianggap lucu. Yaitu
memohonkan keturunan yang akan menyambung tugas bila dia meninggal dunia .
Lebih baiklah doa semacam ini disampaikan dengan berbisik saja . Memenuhi adab
berdoa dan jangan sampai rnenjadi tertawaan orang lain.
Dia berkata:
"Tuhanku ! Sesungguhnya telah lemah tulang belulangku dan telah nyala
kepalaku oleh uban " (pangkal ayat 4).
Diakuinyalah
dalam doanya bahwa dia benar benar telah tua. Alamat tua yang tidak dapat dielakkan
lagi dari diri ialah bila tulang belulang telah mulai lemah. Sedang tulang
adalah penguat seluruh tubuh jika tulang yang telah lemah , segala bahagian
tubuh yang lain tidaklah dapat bertahan lagi Jengat tentulah mulai kendur. mata
tentulah mulai kabur , dan gigi sebagai bahagian dari tulang tentulah berturut
menjadi gugur .Dan kepalaku mulailah menyala lantaran uban .
Ungkapan
ayat menyatakan bahwa kepala mulai menyala lantaran uban adalah suatu ungkapan
yang tepat di dalam bahasa Arab dan dapat pula dijadikan ungkapan bahasa
lndonesla.
Sebab
seseorang yang seluruh kepalanya sudah lebih banyak ubannya daripada rambut hitam,
benar benar lah dia laksana menyala karena kilatan uban itu . Dan Zakariya
bermunajat selanjutnya:
"Dan
tidaklah pernah aku, di dalam mendoa kepadaMu. ya Tuhanku, merasakan
kecewa." (ujung ayat 4).
Artinya,
bahwa di dalam pengalaman hidupku selama ini, sejak aku masih muda belia pun
belumlah pernah Engkau, ya Tuhanku mengecewakan harapanku. Jaranglah do'a ku
yang tidak makbul. Oleh sebab itu sekarang aku ulangi lagi permohonanku dan
penuhlah kepercayaanku bahwa doa ini akan terkabul.
Hampir
samalah doa Zakariya dengan kisah tiga orang yang terkurung di dalam sebuah
gua, karena pintu gua dihantam petus sehingga tertutup dan mereka tidak dapat
keluar. Lalu masing-masing mengemukakan permohonan kepada Tuhan agar segera
dikeluarkan dari kurungan itu , dengan menyebut segala amalan baik yang pernah
mereka kerjakan, sebagaimana tersebut di dalam hadits Nabi saw.
Setelah
mengakui bahwa dia memang telah tua , sehingga jika melihat sebab-sebab yang
lahir tidaklah rnungkin permohonan akan terkabul, maka dikemukakannya jugalah
kekhawatiran yang menyenak dalam hatinya.
"Dan
sesungguhnya aku khuatir akan keluarga-keluarga di belakangku." (pangkal
ayat 5).
Oleh
karena aku sudah tua, tulang sudah sangat lemah, uban sudah menyala di kepala,
sedang keturunan yang akan rnenyambung tidak ada, timbullah khuatir atau rasa
cemas dalarn hatiku jika aku meninggal dunia. Bagaimanalah nasib dari kaum
keluarga terdapat yang selama ini mengharapkan pimpinan dan bimbinganku. Siapa
yang akan aku harapkan membimbing dan memimpin mereka. Beranak pun aku tidak
bisa lagi. Karena selain aku telah tua begini;
":Sedang
isteriku adalah mandul."
Orang
perempuan yang mandul niscaya tidak diharapkan buat beranak. Maka kalau
permohonanku supaya dianugerahi putera yang akan menyambung keturunanku sukar
untuk dikabulkan;
"Sebab itu
anugerahilah aku dari kurnia langsung dari Engkau , seorang pengganti."
(ujung ayat 5).
Min
ladunka : Aku rnemohonkan kurnia langsung dari Engkau. Karena yang lain
tidaklah ada yang sanggup mengabulkan permohonanku. Dengan kalimat kurnia
langsung dari Tuhan, harapan hati kecil Zakariya masih terungkap dalam doanya.
Nampak bahwa do'a ini mengandung dua permohonan ;
(1)
permohonan yang umum dan lahir,
(2)
permohonan yang tersembunyi dan sangat diharap.
Kurnia
untuk kepentingan umum itu ialah waliyyan, atau seorang pengganti atau
penyambung tugas. seorang yang akan mengepalai keluarga jika beliau meninggal
dunia. Moga-moga Tuhan dapat mengabulkan permohonan yang umum ini. Tetapi
permohonan vang lebih tersembunyi lagi, kalau boleh pengganti tugas beliau atau
pemimpin yang akan menggantikan tugas beliau itu dapatlah kiranya Tuhan
memberinya anugerah putera .
Di
dalam Surat al Anbiya' Surat 21 [lihat TafsirAl-Azhar Juzu' 17] , ayat 89
pernah dijelaskan oleh Tuhan permohonan Zakariya itu. Beliau memohon kepada
Tuhan agar dia jangan diberikan Tuhan hidup sendirian di dunia ini.
Artinya
hidup dengan tidak ada keturunan. Tetapi oleh karena dia seorang yang shalih
dan tawakkal , di ujung permohonan itu dibayangkannya jua , meskipun Tuhan
tetap menghendaki bahwa dia tidak akan beroleh keturunan buat selama-lamanya,
sehingga tidak ada waris yang akan menerima peninggalannya, namun Allah adalah
pewaris yang lebih baik dari segala pewaris.
Dan
di dalam ayat 38 dari Surat 3, ali lmran dijelaskan lagi permohonan Zakariya
itu. Dia memang memohon kepada Allah agar diberinya keturunan yang baik.
Tetapi
caranya meminta itu tetaplah sebagai tersurat dalam Surat Maryam ini, yaitu
dengan rendah hati, suara lemah-lembut, menekur dengan sikap merendahkan diri .
Dan terkandunglah dalam permohonan itu, kalau kerinduannya akan keturunan tak
dapat diberi , namun seorang waliyyan, seorang pimpinan keluarga yang akan,
menyambung hendaklah diberikan jua. Siapanya kata Tuhan, terserahlah!
Karena
Tuhan adalah Maha Bijaksana, disebutkannya pula cita-cita yang terkandung dalam
hati sanubarinya tentang kepentingan wali atau pemimpin atau pengganti itu pada
ayat selanjutnya:
"Yang akan
mewarisiku dari mewarisi keluarga Ya`kub." (pangkal ayat 6).
Yang
akan mewarisi atau akan mempusakai dirinya sendiri sebagai Nabi Zakariya, dan
mewarisi pula apa yang dipusakakan oleh Nabi Ya'kub, nenek moyang mereka
dengan seluruh keluarga keturunan nya yang banyak Nabi nabi itu. Teranglah di
sini bahwa yang beliau rnaksud bukanlah warisan harta benda.
Pertama
; karena warisan harta benda itu tidaklah kekal. Dia akan habis dibawa masa.
Berapa banyaknya kekayaan yang diwariskan nenek-moyang atau sekalipun punah dan
licin tandas pada anak dan pada cucu. Dan belum tentu hartabenda yang
diwariskan itu akan membawa bahagia. Maka tidaklah mungkin pewarisan yang
dikehendaki Zakariya itu ialah hartabenda.
Yang
kedua: sejalan dengan apa yang pernah disabdakan oleh Nabi kita Muhammad s.a.w.
dalam sebuah Hadits yang shahih:
نحن معاشرالأنبياء
لا نو رث ، ماتركناه صدقة
"Kami
sekalian Nabi-nabi tidaklah menurunkan waris , apa yang kami tinggalkan adalah
menjadi shadaqah. "
Inilah
sabda Rasulullah saw.. sehingga seketika Fatimah puteri beliau menuntut agar
hartabenda beliau dibagi setelah beliau wafat kepada waris warisnya, tidaklah
dikabulkan oleh Khalifah beliau Saiyidina Abu Bakar.
Dalam
Surat 27, an-Naml (semut) ayat 16 ada pula disebutkan bahwa Nabi Sulaiman
menerima warisan daripada ayahnya Nabi Daud.Tetapi dalam ayat itu juga
terberita bahwa yang diwariskan itu ialah ilmu dan hikmat, keahlian memerintah
dan mengatur negara ltulah yang diminta oleh Zakariya kepada Allah. Mohon
kiranya diberi dia kurnia pewaris tugas yang mulia ini, yang akan menyambuung
kerjanya memimpin manusia, yaitu warisan turun-temurun yang telah diterima dari
Ya'kub nenek-moyang Bani Israil. Nama kecil Ya`kub itu sendiri ialah israil. Jangan
putus hendaknya sampai selama-lamanya. Dan kalau boleh, alangkah bahagianya
kalau pewaris pertama itu ialah puteranya sendiri. Alangkah bahagianya jika
Tuhan memberinya fatwa, walaupun dia insaf bahwa dirinya telah tua dan
isterinya mandul.
Pewarisan
menegakkan Keesaan Tuhan di atas dunia ini janganlah kiranya terputus. Dan
Rasulullah s.a.w. telah menjelaskan bahwa pewarisan itu sekali kali tidak akan
putus. Nabi s.a.w. bersabda:
العلماء ورثة الأننبياء
، والأنبياء لا يورّ ث دينارا ولا درهما وانّماورّثوا العلم
Sengguhnya
Ulama ( Orang-orang yang berilmu ) adalah penerima waris daripada Nabi-nabi.
Dan Nabi-nabi itu tidaklah mewariskan dinar dan dirham. yang mereka wariskan
ialah ilrnu pengetahuan. " (Riwayat Abu Daud)
Seterusnya
ujung ayat sebagai permohonan Zakariya:
"Dan
jadikanlah dia – Tuhanku – seorang yang diridhai." (ujung ayat 6 ).
Seorang
yang diridhai ialah yang dicintai, disukai terutama oleh Tuhan karena shalihnya
dan disukai juga oleh manusia karena akhlak budi sopan santunnya. Tiba-tiba
datanglah Malaikat Jibril sebagai utusan dari Allah menyampaikan sambutan Tuhan
atas permohonannya itu.
Dikutip
dari http://kongaji.tripod.com/myfile/Surat_maryam-ayat-1-11.htm
Kajian diawali dengan pembacaan
surat Maryam ayat 1-6. Dimana tafsirnya telah dijabarkan di atas. Ustadz
Musholli menjelaskan bahwa anak biologis merupakan anak yang memiliki hubungan
darah dengan orang tua. Sedangkan anak ideologis adalah anak yang tidak
memiliki hubungan darah tetapi memiliki kesamaan visi hidup dan mampu meneruskan
ideologi orang tua.
Seperti halnya Zakariya yang
memiliki keturunan anak-anak biologis serta ideologis yang mampu mengubah
peradaban, di Rumah Kepemimpinan banyak sekali donatur serta orang-orang luar
biasa yang mendidik peserta Rumah Kepemimpinan sebagai anak ideologis mereka
untuk mencapai tujuan bersama.
Dididik
menjadi seorang pemimpin yang selalu mengedepankan kepentingan umat membuat
kita harus senantiasa bertabayyun dan selalu mengingat Allah dalam segala
tingkah laku kita. Kita harus selalu mengedepankan ideologi demi kepentingan
banyak orang.
Sektor
yang nantinya akan kita geluti sebagai seorang pemimpin ada tiga. Yaitu sektor
publik, privat, dan sektor lainnya. Usahakan dalam setiap sektor yang nantinya
akan kita masuki kita selalu membawa Allah di setiap visi misi kita. Kita
senantiasa berjuang untuk membuat perubahan-perubahan dan mensejahterakan umat.
Ketika tidak ada orang baik dan memiliki jiwa pemimpin yang ikhlas di setiap
gerak langkah, lalu siapa yang akan mengubah negara kita kalau bukan kita
sendiri?
Setiap
permasalahan agama, maka akan berujung perang, padahal hakikat agama adalah
rahmatan lil alamin. Sebagai contoh, puasa untuk meningkatkan ketaqwaan, shalat
sebagai sarana olahraga untuk lebih sehat dan menjaga diri dari perbuatan keji
dan mungkar. Poin pentingnya, agama itu harus diimplementasikan.
Ustadz
menyarankan agar dalam setiap sektor, etika tetap diutamakan, agama selalu
disertakan. Ber-Islam lah dengan Islamnya Muhammad, Jangan Ber-Islam tapi
kehilangan Muhammad.
0 comments