Leaders and Leadership
Oleh Bachtiar
Firdaus, S.T., M.PP.
Session 1
Menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah. Disinilah Rumah
Kepemimpinan berada. Memaksa seluruh kader-kader pemimpin muda untuk melampaui
batas dirinya untuk mewujudkan impian-impian serta siap menjadi pemimpin masa
depan.
Hal
yang membedakan peserta Rumah Kepemimpinan adalah niat. Seperti hadist
yang diriwayatkan dari Amirul Mukminin Abu Hafsh,
Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata :
“Aku mendengar Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya,
dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang
hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan
Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena
seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang
ditujunya”.
Hal
tersebut juga mengajarkan kepada seluruh peserta Rumah Kepemimpinan untuk
meluruskan niat. Pemimpin yang hebat tidak akan lahir dari orang-orang yang
masih menghamba pada tuhan-tuhan kecil. Laki-laki terhadap perempuan, maupun
perempuan terhadap laki-laki. Jadi, barangsiapa yang niatnya belum lurus karena
Allah dan ikhlas untuk dibina maka keluarlah dari Rumah Kepemimpinan karena
disini bukanlah tempat untuk orang-orang hebat, orang-orang yang namanya selalu
dikenang, orang-orang yang memiliki jutaan prestasi, melainkan orang-orang yang
memiliki niat bersih dan lurus untuk menjadi pemimpin karena Allah.
Prophetic
Leadership atau
Kepemimpinan Prophetic adalah kepemimpinan yang membebaskan diri dari
penghambaan manusia dan memerdekakan diri dari segala hal yang membuat kita
berpaling dari penghambaan kita terhadap Allah semata.
Seorang pemimpin haruslah ia yang banyak membaca. Allah pertama kali
memerintahkan Muhammad untuk Iqra’
yang berarti membaca. Padahal Rasulullah merupakan seorang yang ummi yang tidak
dapat membaca maupun menulis. Karena apa? Seseorang akan bertambah pengetahuan
dan pandangannya dengan memperbanyak bacaannya. Seseorang akan berpikir lebih
kritis, lebih global, lebih moderat jika semakin banyak membaca dan belajar
menimbang dari berbagai aspek.
Kebodohan sejatinya
hanya dapat dimatikan oleh ilmu, dan sebaik-baiknya ilmu yang kita dapat adalah
dari semakin banyaknya bacaan yang kita baca. Seorang pemimpin yang baik harus
memaksa dirinya untuk dapat mempengaruhi orang lain dan mempengaruhi dirinya
untuk menjadi lebih dan lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Untuk itulah kita
harus membaca karena membaca akan mempengaruhi pola pikir kita dan daya
pengaruh terhadap orang lain. Bacaan yang kita baca juga dapat mempengaruhi
bagaimana kita bertindak, mempengaruhi bobot ucapan kita, memperbanyak
pengetahuan kita dalam berdiskusi dan menambah wawasan kita agar lebih mudah
mempengaruhi orang lain dengan ilmu yang kita miliki.
Success is no accident. It is
hard work, perseverance, learning, studying, sacrifice and most of all, love of
what are you doing (Pele)
Dengan
menjadi pemimpin, maka ayat ayat Allah akan lebih mudah disebarkan ke muka bumi
secara lebih luas, karena pengaruh seorang pemimpin. Ini
menyadarkan sesungguhnya peran manusia di muka bumi adalah sebagai khalifah
atau wakil Allah di muka bumi. Dimana dengan menjadi pemimpin visi ilahiyah
akan semakin kuat. Maka dari itu temukanlah visi dan misi keilahiyahan anda
terlebih dahulu, kemudian sebarkan dan gunakan.
Menjadi pemimpin harus memiliki visi misi yang besar.
Karena dengan visi misi itulah yang dapat meraksasakan diri kita. Menembus
batas-batas pada diri kita untuk menjadi raksasa-raksasa dengan gapaian yang
teratam tinggi. Visi misi memberikan kekuatan untuk mampu menjadi sosok-sosok
luar biasa yang dapat mengispirasi orang lain.
Don’t downgrade your dream just to fit your reality.
Upgrade your conviction to match your destiny.
Pemimpin
profetik bukanlah
ia yang hanya hebat untuk dirinya sendiri, namun ia yang mampu membawa orang
lain ikut serta menjadi sepertinya dirinya. Pemimpin yang hebat bukanlah yang
ia yang namanya begitu dikenal, jasanya begitu diingat, orasinya begitu
menggelegar, namun ia yang mampu menciptkan kader-kader yang hebat. Yang mampu
membawa perubahan untuk orang-orang disekitarnya serta ia yang mampu membimbing
penerus-penerusnya untuk menjadi pemimpin berikutnya.
Before you are a leader,
success is all about growing yourself. When you become a leader, success is all
about growng others. (Jack Welch)
Rumah
kepemimpinan memaksa para pesertanya untuk menjadi seorang muslim yang
produktif. Menyibukkan seluruh hari penuh dengan hal-hal yang bermaat dan
memberi ibroh bagi orang lain. Rumah Kepemimpinan mengajarkan bahwa seorang
agen muslim yang dapat memberi contoh bagi orang lain haruslah agen muslim yang
produktif, prestatif dan kontributif sehingga dapat menginspirasi orang lain
untuk menjadi muslim yang demikian pula.
Session 2
Peradaban
Islam pernah meraih kejayaannya pada tahun 2000SM dan 5000 SM. Dimana Islam
melahirkan banyak sekali cendekiawan-cendekiawan muslim yang menciptakan
penemuan-penemuan yang mampu menggucang dunia. Padahal pada saat tersebut
bangsa Eropa sedang mengalami masa-masa “Dark Ages” dan dalam masa
keterpurukan.
Belajar dari sejarah, kita dapat tahu bagaimana peradaban kita dulu
terbentuk dan bagaiman strategi kita sebagai muslim yang baik untuk menyikapi
perbedaan dan problematika yang ada sekarang. Belajar sejarah bukan berarti
kita ingin mengungkit-ngungkit apa yang telah terjadi pada masa lalu, namun
menjadikan kita pembelajaran untuk dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan pada
masa lampau. Seperti yang kita lihat sekarang bahwa dulunya kaum muslim pernah
menempati puncak kejayaan, namun sekarang penemuan-penemuan di berbagai sektor
justru diciptakan oleh bangsa nasrani. Mengapa? Karena kita terlalu fokus
mengejar kemajuan tanpa mempertimbangkan sejarah sebagai pengalaman dan bentuk
pelajaran.
Segala
perubahan yang ada merupakan keterlibatan dari Allah. Termasuk perubahan
peradaban yang telah terjadi sebelumnya. Kita kurang melibatkan Allah dalam
berbagai urusan kita. Kita terlalu sibuk mengejar popularitas dan tujuan
duniawi sehingga kita lupa bahwasanya Allah lah yang Maha Berkehendak dan Maha
Membolak-balikkan keadaan.
0 comments