Kajian Islam Pekanan #3

by - 10/01/2016 09:22:00 AM


“Mencintai Tauhid”
Oleh Kelompok Aisyah
           
               
            Kita tahu apa itu membaca. Kita tahu apa itu menulis. Kita tahu apa itu belajar. Kita paham bagaimana cara memahami. Kita sadar bagaimana cara meneledani. Tapi apakah kita sudah sanggup membaca yang sebenar-benarnya membaca? Menulis yang sebenar-benarnya menulis? Belajar yang sebenar-benarnya belajar? Memahami dan mampu menjelaskan kembali? Meneladani serta memberikan tauladan? Jika jawabannya belum, marilah merenung sejenak...
            Tauhid berarti mengakui dan mempercayai keesaan Allah. Tauhid mengajarkan kita untuk mengenal lebih dalam untuk apa kita diciptakan dan siapakah Sang Maha Pencipta kita. Namun sudahkah kita benar-benar paham arti Tauhid?
            Kebanyakan dari kita tahu berbagai hal mengenai agama. Tahu bahwa Al-Quran telah menjelaskan segalanya. Tahu membedakan yang hak dan yang batil, namun sedikit dari kita yang yang tahu dan mampu memahami dan mengaplikasikannya secara penuh dalam kehidupan kita.
            Ketika kita membaca Al-Quran, apa yang sebenarnya menjadi orientasi kita? Memperbanyak bacaan? Menebalkan hapalan? Mencapai target harian dan bulanan? Ataukah justru ingin terlihat keren dipandangan manusia? Mari kita merenung sejenak... untuk apakah amalam-amalan kita, kita lakukan.
            Banyak dari kita membaca Al-Quran dengan teramat lancar dan fasih. Tapi hanya sedikit dari kita yang mau membaca artinya, merenungi maksudnya, meneladani kebaikan-kebaikannya, serta mengamalkan ajaran-ajarannya. Mengapa? Karena orientasi kita berbeda. Orientasi kita bukan Al-Quran sebagai way of life dan point of view tetapi Al-Quran hanya sebagai penentram hati dan  penggugur target bulanan kita. Padahal sejatinya Al-Quran Allah turunkan kepada kita sebagai petunjuk dan pandangan hidup kita dalam berkehidupan.
            Sama halnya dengan amalan-amalan yang kita lakukan sehari-hari. Apakah salat kita hanya penggugur kewajiban? Apakah puasa kita hanya sebagai penahan lapar? Apakah amalan-amalan kita hanya serangkaian rutinitas belaka? Marilah merenung kembali...

            Mencintai tauhid berarti mencintai segala amalan yaumiyah yang kita lakukan. Mencintai dengan hati, memahami dengan pikiran dan meneladani dalam perbuatan. Tidak hanya sekedar sebagai rutinitas, melainkan sebagai sebuah penuntut dan petunjuk pada langkah-langkah rapuh kita. Semoga kita senantiasa belajar untuk lebih memaknai daripada sekedar menjalani.

You May Also Like

0 comments