Kajian Islam Pekanan #2

by - 10/01/2016 09:21:00 AM


“Dosa itu Menjerumuskan”
Oleh Kelompok Aisyah
           
                There comes a point in your life when you realize who matters, who never did, who won’t anymore, and who always will. And the end you learn who is fake, who is true and who would risk it all for you

            Sebuah kisah pembelajaran dari seorang ahli ibadah yang selama hidupnya begitu taat terhadap agama, jarang berbuat dosa dan selalu mengikuti apa yang diperintahkan Allah. Suatu ketika, orang tersebut merasa jenuh akan hidupnya yang begitu lurus tanpa adanya penyelewengan terhadap agama dan kesalahan terhadap orang lain. Kemudian orang tersebut memutuskan untuk mencoba salah satu dari ketiga dosa besar. Yang pertama adalah mabuk, yang kedua adalah berzina dan yang ketiga adalah membunuh.
            Ia kemudian menimbang mana dosa besar yang sekiranya akan ia lakukan. Kemudian ia berpikir, kita membunuh akan ada orang yang dirugikan dan banyak orang yang akan menghakimianya. Ketika ia akan berzina akan ada orang yang dirugikan dan ia akan merasa teramat bersalah terhadap masa depan orang tersebut. Namun, ketika ia mabuk dan mencoba meminum arak tidak akan ada orang yang ia rugikan selain dirinya sendiri. Kemudian ia memutuskan untuk meminum arak.
            Setelah meminum arak dan dalam keadaan mabuk, ia kemudian mulai meninggalkan kebaikan-kebaikan selama hidupnya, melupakan amalan-amalan yang selalu ia lakukan, meninggalkan ajaran-ajaran wajib agamanya dan mulai terlena akan kehidupan dunianya. Semakin lama semakin mabuk, ia semakin tergoda untuk melakukan judi dan perbuatan semacamnya.
            Suatu ketika, saat dalam keadaan mabuk, ia melihat seorang perempuan yang melintas di depannya. Lalu, tanpa sadar salam keadaan mabuk, ia lantas memperkosa perempuan terus. Pada saat ia memperkosa orang tersebut, ada seseorang yang menyaksikan perbuatan keji yang ia lakukan. Akhirnya karena merasa ketakutan, akhirnya ia membunuh untuk menghilangkan barang bukti dan membuat orang lain tidak mengetahui perbuatannya.
            Pelajaran berharga yang dapat kita ambil adalah, terkadang dosa kecil itu tidak terlihat. Terkadang hal-hal remeh temeh kita anggap tidak berdampak. Namun pada kenyataanya, hal-hal kecil itulah yang akhirnya dapat menimbulkan hal-hal besar setelahnya. Seorang ahli ibadah tersebut mengajari kita bahwa awalnya ia hanya ingin mencoba sebuah dosa besar yang tidak merugikan orang lain dan hanya berdampak pada dirinya sendiri. Kemudian dosa yang ia anggap tidak akan berdampak orang lainpun membawa sebuah petaka dan menghadirkan dosa-dosa besar lain yang justru merugikan banyak orang.

            Sama halnya dengan diri kita, terkadang kita selalu beranggapan bahwa dosa kecil yang kita lakukan tidak akan menimbulkan apapun, namun ingatlah sejatinya tidak ada dosa besar yang tidak dimulai dari dosa-dosa kecil yang dilakukan secara berulang-ulang.

You May Also Like

0 comments