Kajian Islam Pekanan #2
“Dosa itu
Menjerumuskan”
Oleh Kelompok Aisyah
There comes a point in your life
when you realize who matters, who never did, who won’t anymore, and who always
will. And the end you learn who is fake, who is true and who would risk it all
for you
Sebuah
kisah pembelajaran dari seorang ahli ibadah yang selama hidupnya begitu taat
terhadap agama, jarang berbuat dosa dan selalu mengikuti apa yang diperintahkan
Allah. Suatu ketika, orang tersebut merasa jenuh akan hidupnya yang begitu
lurus tanpa adanya penyelewengan terhadap agama dan kesalahan terhadap orang
lain. Kemudian orang tersebut memutuskan untuk mencoba salah satu dari ketiga
dosa besar. Yang pertama adalah mabuk, yang kedua adalah berzina dan yang
ketiga adalah membunuh.
Ia
kemudian menimbang mana dosa besar yang sekiranya akan ia lakukan. Kemudian ia
berpikir, kita membunuh akan ada orang yang dirugikan dan banyak orang yang
akan menghakimianya. Ketika ia akan berzina akan ada orang yang dirugikan dan
ia akan merasa teramat bersalah terhadap masa depan orang tersebut. Namun,
ketika ia mabuk dan mencoba meminum arak tidak akan ada orang yang ia rugikan
selain dirinya sendiri. Kemudian ia memutuskan untuk meminum arak.
Setelah
meminum arak dan dalam keadaan mabuk, ia kemudian mulai meninggalkan
kebaikan-kebaikan selama hidupnya, melupakan amalan-amalan yang selalu ia
lakukan, meninggalkan ajaran-ajaran wajib agamanya dan mulai terlena akan
kehidupan dunianya. Semakin lama semakin mabuk, ia semakin tergoda untuk
melakukan judi dan perbuatan semacamnya.
Suatu
ketika, saat dalam keadaan mabuk, ia melihat seorang perempuan yang melintas di
depannya. Lalu, tanpa sadar salam keadaan mabuk, ia lantas memperkosa perempuan
terus. Pada saat ia memperkosa orang tersebut, ada seseorang yang menyaksikan
perbuatan keji yang ia lakukan. Akhirnya karena merasa ketakutan, akhirnya ia
membunuh untuk menghilangkan barang bukti dan membuat orang lain tidak
mengetahui perbuatannya.
Pelajaran
berharga yang dapat kita ambil adalah, terkadang dosa kecil itu tidak terlihat.
Terkadang hal-hal remeh temeh kita anggap tidak berdampak. Namun pada
kenyataanya, hal-hal kecil itulah yang akhirnya dapat menimbulkan hal-hal besar
setelahnya. Seorang ahli ibadah tersebut mengajari kita bahwa awalnya ia hanya
ingin mencoba sebuah dosa besar yang tidak merugikan orang lain dan hanya
berdampak pada dirinya sendiri. Kemudian dosa yang ia anggap tidak akan
berdampak orang lainpun membawa sebuah petaka dan menghadirkan dosa-dosa besar
lain yang justru merugikan banyak orang.
Sama
halnya dengan diri kita, terkadang kita selalu beranggapan bahwa dosa kecil
yang kita lakukan tidak akan menimbulkan apapun, namun ingatlah sejatinya tidak
ada dosa besar yang tidak dimulai dari dosa-dosa kecil yang dilakukan secara
berulang-ulang.
0 comments