Kajian Interaksi Ikhwan dan Akhwat

by - 10/01/2016 09:20:00 AM


Oleh Ustadz Alif Rohman

Hakikat Penciptaan dan Keseimbangan
            Manusia diciptakan oleh Allah berdasarkan surat Adz-Dzariyat ayat 56, dan segala sesuatu Allah ciptakan berpasang-pasangan. Seperti baik dengan buruk, miskin dengan kaya, malam dan siang, kanan dan kiri, bahkan begitu juga dengan nabi adam dan hawa. Namun, nabi Adam dan Hawa diturunkan oleh Allah dari Surga karena godaan Azazil (iblis) yang tidak mau bersujud kepada Adam karena merasa Adam sebagai manusia yang diciptakan dari tanah tidak lebih mulia dibanding Azazil yang diciptakan dari api. Kemudian Azazil menggoda Adam untuk melanggar perintah Allah yang pada akhirnya Adam dan Hawa diturunkan dari surga dan Allah kehendaki untuk berada di bumi. Allah melakukan hal tersebut sebagai sebuah pelajaran, bahwa dalam hidup apapun yang kita lakukan pasti akan mendapat balasan.

Keistimewaan Wanita dalam Islam
1.      Wanita itu Mulia
Meskipun seringkali dianggap makhluk yang lemah, namun pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang mulia. Bahkan Allah mengatakan bahwa seseorang yang pantas untuk kita hormati adalah ibu, ibu, ibu sedangkan ayah adalah setelahnya.
2.      Surga di bawah Telapak Kaki Ibu
Hal ini bermaksud bahwa surga saja berada di bawah telapak kaki ibu, sehingga betapa mulianya derajat seorang ibu sehingga kita harus menghotmati ibu kita.
3.      Pria Bertugas Memimpin Wanita
Pada hakikatnya, peran utama seorang laki-laki adalah memimpin. Dalam rumah tangga dan kehidupan, tugas utama seorang pria adalah menjadi pemimpin. Wanita memiliki hak untuk memimpin, namun pada dasarnya wanita memang dipimpin oleh laki-laki.
Hukum Melihat Lawan Jenis
1.      Anjabiyyah berarti b Ajnabiyyah, bukan mahrom tanpa ada keperluan maka hukumnya tidak boleh (haram)
2.      Istri atau budak, boleh melihat seluruh tubuh, ada riwayat yang mengatakan seluruh tubuh
3.      Mahrom atau budak istri orang lain maka boleh selain antara pisar dan lutut
4.      Untuk khitbah, boleh hanya wajah dan telapak tangan
5.      Untuk pengobatan boleh hanya bagian yang diperlukan
6.      Untuk muamalah atau saksi maka boleh hanya wajah
7.      Budak yang akan dibeli maka boleh di bagian yang diperlukan

Permasalahan yang sering dihadapi oleh ikhwan akhwat ketika dalam sebuah forum organisasi adalah anggapan bahwa akhwat merupakan makhluk yang belum mandiri dan harus selalu dilindungi, sehingga hal ini sering kali disalah artikan untuk menjurus ke hal negatif.

Etika Bergaul dengan Lawan Jenis
1.      Menutup aurat hukumnya wajib jika sudah baligh
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59)
2.      Menjaga pandangan
dan Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki mereka, atau putera saudara-saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan –pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur:31)
3.      Perhatikan suara.
Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik. (QS Al-Azhab:32)
4.      Berinteraksi seperlunya saja (Al Qoshos 23-26)
Dan ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya), dan dia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang perempuan yang sedang menghambat (ternaknya). Dia (Musa) berkata, "Ada apa dengan kamu berdua?" Kedua perempuan itu menjawab, "Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya.” Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku.” Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, "Sesungguhnya ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami.” Ketika Musa mendatangi ayahnya dan dia menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, "Janganlah engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.” Salah seorang dari kedua perempuan itu berkata, "Wahai ayahku! Jadikanlah ia sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya” (QS Al-Qasas:23-26)
5.      Menghindari kontak fisik
6.      Tidak berkhalwat
7.      Meminta izin suami atau istri
8.      Menjauhi perbuatan dosa atau yang mengarah ke sana

You May Also Like

0 comments