Kajian Interaksi Ikhwan dan Akhwat
Oleh Ustadz
Alif Rohman
Hakikat Penciptaan dan Keseimbangan
Manusia diciptakan
oleh Allah berdasarkan surat Adz-Dzariyat ayat 56, dan segala sesuatu Allah
ciptakan berpasang-pasangan. Seperti baik dengan buruk, miskin dengan kaya,
malam dan siang, kanan dan kiri, bahkan begitu juga dengan nabi adam dan hawa.
Namun, nabi Adam dan Hawa diturunkan oleh Allah dari Surga karena godaan Azazil
(iblis) yang tidak mau bersujud kepada Adam karena merasa Adam sebagai manusia
yang diciptakan dari tanah tidak lebih mulia dibanding Azazil yang diciptakan
dari api. Kemudian Azazil menggoda Adam untuk melanggar perintah Allah yang
pada akhirnya Adam dan Hawa diturunkan dari surga dan Allah kehendaki untuk
berada di bumi. Allah melakukan hal tersebut sebagai sebuah pelajaran, bahwa
dalam hidup apapun yang kita lakukan pasti akan mendapat balasan.
Keistimewaan Wanita dalam Islam
1.
Wanita
itu Mulia
Meskipun
seringkali dianggap makhluk yang lemah, namun pada hakikatnya manusia adalah
makhluk yang mulia. Bahkan Allah mengatakan bahwa seseorang yang pantas untuk
kita hormati adalah ibu, ibu, ibu sedangkan ayah adalah setelahnya.
2.
Surga
di bawah Telapak Kaki Ibu
Hal
ini bermaksud bahwa surga saja berada di bawah telapak kaki ibu, sehingga
betapa mulianya derajat seorang ibu sehingga kita harus menghotmati ibu kita.
3.
Pria
Bertugas Memimpin Wanita
Pada
hakikatnya, peran utama seorang laki-laki adalah memimpin. Dalam rumah tangga
dan kehidupan, tugas utama seorang pria adalah menjadi pemimpin. Wanita
memiliki hak untuk memimpin, namun pada dasarnya wanita memang dipimpin oleh
laki-laki.
Hukum Melihat Lawan Jenis
1.
Anjabiyyah
berarti b Ajnabiyyah, bukan mahrom tanpa ada
keperluan maka hukumnya tidak boleh (haram)
2.
Istri
atau budak, boleh melihat seluruh tubuh, ada riwayat yang mengatakan seluruh
tubuh
3.
Mahrom
atau budak istri orang lain maka boleh selain antara pisar dan lutut
4.
Untuk
khitbah, boleh hanya wajah dan telapak tangan
5.
Untuk
pengobatan boleh hanya bagian yang diperlukan
6.
Untuk
muamalah atau saksi maka boleh hanya wajah
7.
Budak
yang akan dibeli maka boleh di bagian yang diperlukan
Permasalahan yang sering dihadapi oleh ikhwan akhwat ketika dalam
sebuah forum organisasi adalah anggapan bahwa akhwat merupakan makhluk yang
belum mandiri dan harus selalu dilindungi, sehingga hal ini sering kali disalah
artikan untuk menjurus ke hal negatif.
Etika Bergaul dengan Lawan Jenis
1.
Menutup
aurat hukumnya wajib jika sudah baligh
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu
dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59)
2.
Menjaga
pandangan
dan Katakanlah kepada wanita beriman: “Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya,
kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau
putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara
mereka, atau putera-putera saudara laki mereka, atau putera saudara-saudara
perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka
miliki, atau pelayan –pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
(terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang
beriman supaya kamu beruntung.” (QS An-Nur:31)
3.
Perhatikan
suara.
Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang
lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara)
dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya,
dan ucapkanlah perkataan yang baik. (QS Al-Azhab:32)
4.
Berinteraksi
seperlunya saja (Al Qoshos 23-26)
Dan ketika dia sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di
sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya), dan dia menjumpai
di belakang orang banyak itu, dua orang perempuan yang sedang menghambat
(ternaknya). Dia (Musa) berkata, "Ada apa dengan kamu berdua?" Kedua
perempuan itu menjawab, "Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami),
sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang ayah kami
adalah orang tua yang telah lanjut usianya.” Maka dia (Musa) memberi minum (ternak)
kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, "Ya
Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang
Engkau turunkan kepadaku.” Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari
kedua perempuan itu berjalan dengan malu-malu, dia berkata, "Sesungguhnya
ayahku mengundangmu untuk memberi balasan sebagai imbalan atas (kebaikan)mu
memberi minum (ternak) kami.” Ketika Musa mendatangi ayahnya dan dia
menceritakan kepadanya kisah (mengenai dirinya), dia berkata, "Janganlah
engkau takut! Engkau telah selamat dari orang-orang yang zalim itu.” Salah
seorang dari kedua perempuan itu berkata, "Wahai ayahku! Jadikanlah ia
sebagai pekerja (pada kita), sesungguhnya orang yang paling baik yang engkau
ambil sebagai pekerja (pada kita) ialah orang yang kuat dan dapat dipercaya”
(QS Al-Qasas:23-26)
5.
Menghindari
kontak fisik
6.
Tidak
berkhalwat
7.
Meminta
izin suami atau istri
8.
Menjauhi
perbuatan dosa atau yang mengarah ke sana
0 comments