Healthy Life

by - 10/01/2016 09:17:00 AM


“Pemenuhan Gizi Sehari-hari dan Gaya Hidup Anak Asrama”
Oleh Diana Pratiwi, S.Gz

            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sehat adalah keadaan baik seluruh badan serta bagian-bagian lainnya (bebas dari sakit). Yang berarti ketika kita dikatakan sehat maka tidak hanya raga kita saja, tidak hanya rohani kita saja. Namun keduanya haruslah dalam keadaan sehat.
Selama berkehidupan di asarama, problematika yang sering terjadi adalah mengantuk, makanan kurang terjamin, kurang minum, kurang olahraga, kurang tidur, dan masih banyak lagi. Hal tersebut harus kita siasati dengan mengetahui asupan yang kita butuhkan secara pribadi. Karena yang paling tahu tentang diri kita adalah diri kita sendiri. Saat kita mengantuk dan lemas usahakan minum tablem Fe (zat besi), saat kita kurang minum kita dalam sehari harus meminum 1,5L-2L air yang kita dapatkan dari air minum, sayur, dan buah.
Makanan yang baik juga mempengaruhi aktivitas kita. Karena dalam sehari kita dituntut untuk melakukan berbagai aktivitas yang padat, kita harus mensiasati tubuh kita dengan cara memberikan asupan gizi yang baik dan seimbang sesuai kebutuhkan. Asupan gizi yg masuk ke tubuh harus seimbang sesuai dengan kebutuhan. Kalau aktivitas kita menghabiskan 2000 kkal, kebutuhan kalori yg harus kita makan seminimalnya juga 2000kkal. Kebutuhan energi laki2, +- 2200 kkal, putri +-1900 kkal.
Makanan yang kita konsumsinya harusnya mempertimbangkan aspek-aspek:
1.      Bergizi tinggi
2.      Gizi seimbang
3.      Tidak mengandung zat-zat yang membahayakan.
4.      Alami dan masih segar
5.      Tidak berlebihan
Alternatif makanan sehat bisa kita penuhi dengan biaya yang minimum juga. Kita juga bisa membeli buah-buahan yang terjangkau. Mensiasati makanan sehat seperti sayur dan lauk pokok yang terjangkau asalkan tetap memenuhi gizi yang seimbang. Jika dalam sehari tubuh kita tidak menerima asupan gizi yang sesuai, kita harus mencari asupan pengganti di hari berikutnya agar gizi tubuh kita tetap seimbang. Selagi kita masih memiliki daya kembang diusia muda kita harus mengoptimalkan asupan, karena di usia 40an tubuh kita sudah berhenti untuk berkembang dan mencapai masa penurunan..
Banyak dari kita yang kemudian sakit karena dampak dari dehidrasi. Yakni kekurangan cairan pada tubuh kita. Dampak tersebut adalah :
1.      1-2% kehilangan cairan tubuh akan mengalami haus kuat, hilang cita tasa, merasa tidak nyaman
2.      3-5% mulut kering, Sulit konsentrasi, Produksi urin menurun
3.      8% suhu tubuh meningkat, pusing, dan lain-lain.
Berada di ruangan ber-AC juga menjadi perhatian khusus. Karena hal tersebut juga mereduksi cairan pada tubuh kita sehingga membuat tupuh kita menjadi keriput dan pucat. Jadi, ketika kita sedang melakukan aktivitas di ruangan ber-AC seperti perkuliahan dan lain-lain hendaknya menambah asupan cairan pada tubuh kita.
Ada fenomena haus dalam otak kita, berupa distraksi rasa.  Saat kita merasa haus, otak akan meminta kita untuk memberi asupan cairan, setelah kita memberi cairan dan minum bibir kita akan terasa basah dan otak kita akan berkamuflase seolah kita telah cukup memenuhi kebutuhan cairan, padahal hal itu belum tentu cukup pada diri kita sebelum kita mencapai target cairan dalam sehari
Kurangnya olahraga juga berdampak pada tubuh kita. Beberapa alasan seseorang jarang melakukan olahraga adalah malas, tidak punya cukup waktu, tidak ada teman, dan tidak ada fasilitas yang mendukung.  Padahal kita bisa mensiasati hal tersebut dengan melakukan olahrga ringan harian berupa 7MW (7 minutes workout) selama 20 menit (3 set)/hari. 7MW lebih baik dari jogging pada segi pembakaran kalori. 7MW masih membakar kalori walaupun treatment telah selesai dilakukan.
Di asrama Rumah Kepemimpinan, kita juga dituntut untuk berpuasa sunnah. Bagaimana kita mensiasatinya? Usahakan sahur dengan makanan yang mengandung banyak serat. Minum minuman yang cukup. 2 gelas saat sedang sahur dan 2 gelas mendekati imsak agar kebutuhan kita tetap optimal.
Aktivitas yang padat membuat kita minim untuk istirahat dan tidur. Kurang tidur tidak secara langsung berdampak pada sering ngantuk. Menurut penelitian, tidur 4 jam itu sudah cukup asalkan tidur yang berkualitas. Untuk menjaga kualitas tidur bisa dengan mandi sebelum tidur atau wudhu agar lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur. Jangan dibiasakan makan sebelum tidur, karena selain menyebabkan obesitas sentral juga dapat memperlambat fungis tubuh. Jika aktivitas sehari-hari memaksa kita untuk minim tidur, maka kita bisa melakukan cukup tidur di akhir pekan atau di hari-hari senggang.

Yang terakhir adalah bahagia. Karena kebahagiaanlah yang membuat segalanya terasa lebih mudah dan menyenangkan. 

You May Also Like

0 comments