Healthy Life
“Pemenuhan Gizi
Sehari-hari dan Gaya Hidup Anak Asrama”
Oleh Diana Pratiwi, S.Gz
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia sehat adalah keadaan baik seluruh badan serta
bagian-bagian lainnya (bebas dari sakit). Yang berarti ketika kita dikatakan
sehat maka tidak hanya raga kita saja, tidak hanya rohani kita saja. Namun
keduanya haruslah dalam keadaan sehat.
Selama berkehidupan di
asarama, problematika yang sering terjadi adalah mengantuk, makanan kurang
terjamin, kurang minum, kurang olahraga, kurang tidur, dan masih banyak lagi.
Hal tersebut harus kita siasati dengan mengetahui asupan yang kita butuhkan
secara pribadi. Karena yang paling tahu tentang diri kita adalah diri kita
sendiri. Saat kita mengantuk dan lemas usahakan minum tablem Fe (zat besi),
saat kita kurang minum kita dalam sehari harus meminum 1,5L-2L air yang kita
dapatkan dari air minum, sayur, dan buah.
Makanan yang baik juga
mempengaruhi aktivitas kita. Karena dalam sehari kita dituntut untuk melakukan
berbagai aktivitas yang padat, kita harus mensiasati tubuh kita dengan cara
memberikan asupan gizi yang baik dan seimbang sesuai kebutuhkan. Asupan gizi yg
masuk ke tubuh harus seimbang sesuai dengan kebutuhan. Kalau aktivitas kita
menghabiskan 2000 kkal, kebutuhan kalori yg harus kita makan seminimalnya juga
2000kkal. Kebutuhan energi laki2, +- 2200 kkal, putri +-1900 kkal.
Makanan yang kita
konsumsinya harusnya mempertimbangkan aspek-aspek:
1. Bergizi
tinggi
2. Gizi
seimbang
3. Tidak
mengandung zat-zat yang membahayakan.
4. Alami
dan masih segar
5. Tidak
berlebihan
Alternatif makanan
sehat bisa kita penuhi dengan biaya yang minimum juga. Kita juga bisa membeli
buah-buahan yang terjangkau. Mensiasati makanan sehat seperti sayur dan lauk
pokok yang terjangkau asalkan tetap memenuhi gizi yang seimbang. Jika dalam
sehari tubuh kita tidak menerima asupan gizi yang sesuai, kita harus mencari
asupan pengganti di hari berikutnya agar gizi tubuh kita tetap seimbang. Selagi
kita masih memiliki daya kembang diusia muda kita harus mengoptimalkan asupan,
karena di usia 40an tubuh kita sudah berhenti untuk berkembang dan mencapai
masa penurunan..
Banyak dari kita yang
kemudian sakit karena dampak dari dehidrasi. Yakni kekurangan cairan pada tubuh
kita. Dampak tersebut adalah :
1.
1-2% kehilangan
cairan tubuh akan mengalami haus kuat, hilang cita tasa, merasa tidak nyaman
2.
3-5% mulut
kering, Sulit konsentrasi, Produksi urin menurun
3.
8% suhu tubuh
meningkat, pusing, dan lain-lain.
Berada di ruangan
ber-AC juga menjadi perhatian khusus. Karena hal tersebut juga mereduksi cairan
pada tubuh kita sehingga membuat tupuh kita menjadi keriput dan pucat. Jadi,
ketika kita sedang melakukan aktivitas di ruangan ber-AC seperti perkuliahan dan
lain-lain hendaknya menambah asupan cairan pada tubuh kita.
Ada fenomena haus dalam
otak kita, berupa distraksi rasa. Saat
kita merasa haus, otak akan meminta kita untuk memberi asupan cairan, setelah
kita memberi cairan dan minum bibir kita akan terasa basah dan otak kita akan
berkamuflase seolah kita telah cukup memenuhi kebutuhan cairan, padahal hal itu
belum tentu cukup pada diri kita sebelum kita mencapai target cairan dalam
sehari
Kurangnya olahraga juga
berdampak pada tubuh kita. Beberapa alasan seseorang jarang melakukan olahraga
adalah malas, tidak punya cukup waktu, tidak ada teman, dan tidak ada fasilitas
yang mendukung. Padahal kita bisa
mensiasati hal tersebut dengan melakukan olahrga ringan harian berupa 7MW (7
minutes workout) selama 20 menit (3 set)/hari. 7MW lebih baik dari jogging pada
segi pembakaran kalori. 7MW masih membakar kalori walaupun treatment telah
selesai dilakukan.
Di asrama Rumah
Kepemimpinan, kita juga dituntut untuk berpuasa sunnah. Bagaimana kita
mensiasatinya? Usahakan sahur dengan makanan yang mengandung banyak serat.
Minum minuman yang cukup. 2 gelas saat sedang sahur dan 2 gelas mendekati imsak
agar kebutuhan kita tetap optimal.
Aktivitas yang padat
membuat kita minim untuk istirahat dan tidur. Kurang tidur tidak secara
langsung berdampak pada sering ngantuk. Menurut penelitian, tidur 4 jam itu sudah
cukup asalkan tidur yang berkualitas. Untuk menjaga kualitas tidur bisa dengan
mandi sebelum tidur atau wudhu agar lebih rileks dan meningkatkan kualitas
tidur. Jangan dibiasakan makan sebelum tidur, karena selain menyebabkan
obesitas sentral juga dapat memperlambat fungis tubuh. Jika aktivitas
sehari-hari memaksa kita untuk minim tidur, maka kita bisa melakukan cukup
tidur di akhir pekan atau di hari-hari senggang.
Yang terakhir adalah
bahagia. Karena kebahagiaanlah yang membuat segalanya terasa lebih mudah dan
menyenangkan.
0 comments