Relax, every thing will be okay...

by - 12/20/2021 09:15:00 PM

 Tulisan random yang aku tulis di jam kerja, hehe. Sudah lama sekali ya aku tidak ngeblog, entah kenapa tiba-tiba pengen menulis di sini lagi.

Banyak hal yang aku lalui akhir-akhir ini, ada diantaranya yang menyenangkan, ada pula yang menyedihkan. Namun apapun itu, aku tetap bahagia menjalaninya.

Banyak hal juga yang mengingatkanku kembali untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, selalu. Meskipun hanya sedikit, aku selalu ingin berusaha menjadi lebih baik lagi, dalam hal apapun.

Aku jadi belajar lagi, tentang pemaknaan, tentang keikhlasan, dan penerimaan. Kata orang dewasa, kita memang tidak bisa mengharapkan apapun sesuai keinginan kita. Ada banyak sekali hal yang terjadi di luar kapasitas diri kita. Bahkan saat kita telah melakukan yang terbaik sekalipun. Hal-hal tersebut bias.

Aku jadi teringat kembali 'Idealisme Kami' yang dulu sering sekali aku dengar saat masih menjadi mahasiswa. Bunyinya begini :

Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui

bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri.

....

....

....

Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia;

tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,

tidak juga popularitas, apalagi sekadar ucapan terima kasih.

Yang kami harap adalah terbentuknya Indonesia yang lebih baik

dan bermartabat serta kebaikan dari Allah, Pencipta alam semesta. 

Bagian tersebut membuatku merenung sangat dalam. Aku salah. Aku pikir, aku seharusnya mendapat apresiasi dari apa yang aku lakukan. Aku pikir, ucapan terima kasih yang seharusnya aku dapatkan, akan aku dapatkan. Sehingga, ketika aku tidak mendapatkannya, aku kecewa. 

Namun, saat merenungi ulang, aku jadi teringat lagi bahwa aku salah. Aku melakukan apa pun, atas dasar pilihan dan keinginanku. Aku melakukannya karena aku tergerak dan aku mau. Tidak ada yang menyuruh, pun memaksa. Lantas kenapa aku kecewa? Aku salah. 

Aku jadi berterima kasih, karena telah diingatkan kembali. Bahwa melakukan apa pun harus diniatkan lurus kepada Allah. Bukan mengharapkan sesuatu dari manusia. Aku sangat berterima kasih. Karenanya, aku jadi belajar lagi, untuk menjadi manusia yang lebih ikhlas, tulus, dan lapang dadanya. Aku diingatkan kembali untuk selalu melakukan yang terbaik yang kubisa. Bukan untuk mendapat pujian, kenaikan jabatan, atau pun balasan dari manusia lainnya. Namun, aku melakukannya karena aku ingin dan itu hal terbaik yang bisa aku lakukan. 

Beberapa hari terakhir aku merasa malas. Wajar, aku juga manusia,  hehe. Namun, aku tidak ingin hal ini berlarut. Aku tonton video-video penenang jiwa, motivasi, dan pembakar semangat. Sampai di video hymne RK, aku mendadak merasa sedih. Merasa tertampar. Videonya biasa saja, tapi sukses membuatku berkaca-kaca dan lagi-lagi merenung. Pas di bagian :

Walau jiwa gugur sebagai penebus

Tak akan goyahkan hati

tlah bulat tekad untuk berbakti

Mengemban misi bersih suci

Tanpa Harap balasan jasa

Hanya Ridha Allah semata

Aku lagi-lagi berdialog dengan diriku sendiri, "Aku belajar, karena aku ingin tahu, karena Allah. Aku bekerja karena ini ibadah, karena Allah." Rasanya aku jadi semangat lagi. Aku merasa diingatkan kembali, bahwa apa pun yang kulakukan haruslah diniatkan ibadah dan hanya berharap ridhanya Allah.

Pagi-pagi, aku dengarkan ceramahnya ustadz Hanan Attaki tentang lapang dada. Sebenarnya apa pun yang terjadi dengan hidup kita itu bergantung pada seberapa lapang dada kita. Ada orang yang diberi masalah kecil, karena hatinya sempit, ia merasa tidak tenang, seakan-akan masalahnya sangat besar. Ada juga yang diberi masalah besar tidak karuan, tapi hatinya tetap tenang, karena dadanya tetap lapang. Sebenarnya segala hal di dunia ini tentang masalah persepsi. Bagaimana kita bersikap terhadap sesuatu yang menimpa diri kita. Saat diberi masalah, lalu kita merasa sedih, marah, kecewa, itu wajar. Itu fitrahnya manusia. Tapi bagaimana kita bersikap setelah itu, itulah yang menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi. Aku ingin belajar menjadi seperti itu...

Kalau kata Kunto Aji di lagunya yang berjudul Rehat :

Tenangkan hati

Semua ini bukan salahmu

Jangan berhenti

Yang kau takutkan takkan terjadi

.....

.....

.....

Kita coba lagi

Untuk lain hari

Kita coba lagi

Yang ditunggu

Yang diharap

Biarkanlah semesta bekerja

Untukmu

Aku jadi banyak belajar. Aku manusia biasa. Apa pun yang terjadi dalam hidupku, entah kemarin, hari ini, atau esok hari, yang perlu aku lakukan hanyalah ambil napas panjang, kemudian tersenyum. Tidak apa-apa... Kita coba lagi ya besok! :) 








































































 

You May Also Like

0 comments